Terimakasih Rembulan


terimakasih rembulan
Based on true story
Malam silih berganti, membawa tangisan kegelapan dan berlagak untuk melupakan.
Seolah semua hal yang terjadi takkan pernah menjadikannya gagak yang dikenal sebagai penghuni rimba gersang sang kematian.

Hujanpun pun tak sudi mencurahkan air kehidupan, hingga yang terdengar hanyalah rintik air yang merasa prihatin. Angin pun tak bersahaja membawa pesan kedamaian, karena sudah beribu kali peringatan yang diabaikan. Hingga membuat mawar merasa takkan bisa bermekaran.

Rumput pun yang begitu dikenal dengan keramahannya, merasa benci untuk terus menemani.
Begitu pula dengan embun yang memegang beberapa tahta kebijaksanaan, hingga membuatnya menghilang dengan sejuta kebingungan.

Hanya rembulan yang terlalu tabah....
Mulai menampakkan diri di sela-sela kabut malam yang mencekam, yang rela berhadapan dengan kerasnya halilintar dan kuatnya petir yang menghantam, ditambah kabut malam yang tak rela jika rembulan bermunculan.

Walau begitu banyak yang menghadang, yang namanya rembulan tak pernah merasa gentar.
Sangking tegarnya hingga membuat bintang merasa segan dicampur rasa takjub, hingga membuat pelangi tak berani bersanding dengannya.

Kenapa rembulan begitu istimewa ?
Begitu tabah dalam menghadapi gagak yang dikenal sebagai penghuni rimba...
Hingga berhasil mengubahnya menjadi merpati pembawa keberkahan.

Begitu banyak rasa terimakasih takkan mampu terucapkan.
Dari taman bunga yang selalu diterangi,
ombak laut yang merasa selalu dihiasi,
hingga penghuni hutan yang selalu mendapat cahaya terang.

Pujian datang bertubi-tubi sebagai rasa hormat untuk disampaikan, tapi rembulan yang sangat dikenal dengan kerendahan hatinya.
Hanya bisa berkata dengan wajah yang tertunduk malu, dengan hati yang selalu waspada agar secuil kesombongan takkan bisa menghampiri.

Dia hanya bisa berkata "wahai perindu surga, jagalah selalu mutiara yang kalian bawa.
Ingatlah selalu untuk mencari Ridha-Nya, hingga rasa takut kalian tak mengampiri
walau musibah datang dan begitu juga dengan kerinduan,
semoga tak pernah menanti yang namanya kesenangan semu."

Keyword : puisi, rembulan, kehidupan, syukur
By : Muhammad Arif



Artikel Terkait

Terimakasih telah membaca artikel ini, semoga bermamfaat. Komentar yang membangun dan bersifat positif anda sangat diharapkan.
EmoticonEmoticon