Bolehkah merayakan maulid Nabi Muhammad SAW ?


Rahmat bagi sekalian alam

Assalamu'alaikum para pembaca, semoga anda selalu dilimpahkan rahmat dan kebahagiaan oleh Allah SWT. Pada artikel ini kita akan membahas segala sesuatu yang berhubungan dengan merayakan maulid nabi Muhammad SAW.

Sebelum membaca artikel ini lebih lanjut, diharapkan membaca ta'awudz (berlindung kepada Allah SWT dari godaan syaitan yang terkutuk) dan juga membaca basmalah.

Kenapa hal itu dianjurkan ?
Dengan melakukan hal yang dianjurkan tadi, semoga anda lebih terbuka pikirannya, terlindung dari godaan syaitan juga lebih mudah untuk mendapatkan pengetahuan baru disini.

Bismillaahirrahmaanirrahiim (Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)

Apa itu maulid Nabi Muhammad SAW ?

Maulid adalah suatu peringatan akan hari lahirnya baginda Nabi Muhammad SAW dengan kegiatan-kegiatan yang bermamfaat dan mengandung ibadah di dalamnya. Hal itu dilakukan sebagai ungkapan gembira dan rasa syukur kita atas diutusnya Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan tersebut seperti : Bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, sedekah, berdzikir, mengenang jasa-jasa beliau dan beberapa kegiatan-kegiatan lainnya yang menambahkan kecintaan kepada baginda Nabi Muhammad SAW.

Dalil dari al-Quran yang berhubungan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW

"Katakanlah: "Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan."(QS.Yunus:58).

“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam” (QS al-Anbiya: 107)

Pada surat Yunus ayat 58, Allah SWT menyuruh kita bergembira dengan karunia dan rahmat dari Allah SWT. Pada surat al-Anbiya ayat 107 dijelaskan pula bahwasanya Nabi Muhammad SAW diutus untuk menjadi rahmat bagi semesta alam.

Apakah ada umat Islam yang tidak mengakui Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat bagi semesta alam ?

Allah SWT menyuruh kita bergembira dengan datang rahmat-Nya. Salah satu rahmat Allah yang paling besar adalah diutusnya Nabi Muhammad SAW. Dengan perantara beliaulah kita dapat merasakan manisnya iman dan Islam.

Lantas apakah salah kita bergembira akan kelahiran Nabi Muhammad SAW dan merayakannya dengan hal-hal yang bermamfaat yang mendatangkan ridha Allah SWT dan juga menambahkan rasa cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW ?

Dalil dari Hadits yang berhubungan dengan perayaan maulid Nabi Muhammad SAW

As-Suhaeli telah menyebutkan "bahwa 'Abbas bin Abdul Muthallib melihat Abu Lahab dalam mimpinya, dan 'Abbas bertanya padanya, "Bagaimana keadaanmu? Abu lahab menjawab, di neraka, cuma setiap senin siksaku diringankan karena aku membebaskan budakku Tsuwaibah karena gembiraku atas kelahiran Rasul saw." (Shahih Bukhari hadits no.4813, sunan Baihaqi al-kubra hadits no.13701, syi’bul Iman no.281, fathul Baari al-Masyhur juz 11 hal 431).

Dari Abi Qotadah Ra, bahwa Rasulullah SAW ditanya mengenai puasa hari senin. Maka beliau menjawab "Di hari itu aku dilahirkan, dan di hari itu diturunkan padaku (al-Qur’an)" (HR. Imam Muslim dalam Shohih-nya pembahasan tentang puasa).

Imam-imam besar Ahlussunnah & Muhaddits yang membolehkan perayaan maulid Nabi Muhammad SAW

  • Imam al Hafidh Ibn Katsir dalam kitab yang dikenal dengan nama "maulid ibn katsir"
  • Imam Al hafidh Abu Syaamah rahimahullah (Guru imam Nawawi rahimahullah)
  • Imam Al Hafidh Ibn Hajar Al Asqalaniy rahimahullah
  • Imam Al Hafidh Jalaluddin Assuyuthi rahimahullah
  • mamul Qurra’ Alhafidh Syamsuddin Aljazriy rahimahullah dalam kitabnya ‘Urif bitta’rif Maulidissyariif dalam kitabnya : ‘Urif bitta’rif Maulidissyariif
  • Imam Al Hafidh Syamsuddin bin Nashiruddin Addimasyqiy dalam kitabnya Mauridusshaadiy. fii maulidil Haadiy dalam kitabnya : Mauridusshaadiy fii maulidil Haadiy.
  • Imam Al Hafidh Assakhawiy dalam kitab Sirah Al Halabiyah
  • Imam Al hafidh Ibn Abidin rahimahullah
  • Imam Al Hafidh Ibnul Jauzi rahimahullah
  • Imam Al Hafidh Al Qasthalaniy rahimahullah
  • Imam Al hafidh Al Muhaddis Abulkhattab Umar bin Ali bin Muhammad yg terkenal dg Ibn Dihyah alkalbi
  • Imam Al Hafidh Al Muhaddits Syamsuddin Muhammad bin Abdullah Aljuzri
  • Imam Al Hafidh Al ‘Iraqy
  • Imam Al Hafidh Nasruddin Addimasyqiy
  • Imam assyakhawiy
  • Al allamah al faqih Ali zainal Abidin As syamhudi
  • Al Imam Hafidz Wajihuddin Abdurrahman bin Ali bin Muhammad As syaibaniy yg terkenal dg ibn diba’
  • Imam ibn hajar al haitsami
  • Imam Ibrahim Baajuri
  • Al Allamah Ali Al Qari’
  • Al Allamah al Muhaddits Ja’far bin Hasan Al barzanji
  • Al Imam Al Muhaddis Muhammad bin Jakfar al Kattani
  • Al Allamah Syeikh Yusuf bin ismail An Nabhaniy
  •  Imam Ibrahim Assyaibaniy
  • Imam Abdulghaniy Annanablisiy
  • Syihabuddin Al Halwani
  • Imam Ahmad bin Muhammad Addimyati
  • Asyeikh Ali Attanthowiy
  • As syeikh Muhammad Al maghribi
Para imam-imam di atas telah mengarang kitab-kitab yang berhubungan dengan bolehnya merayakan maulid Nabi Muhammad SAW. Imam-imam di atas adalah imam-imam terdahulu, bahkan seperti Imam Al hafidh Abu Syaamah rahimahullah yang pernah menjadi guru imam Nawawi rahimahullah yang sangat terkenal oleh para pengikut mazhab Syafi'i yang meninggal pada tahun 1277.

Untuk melihat foto tentang isi kitab-kitab mereka yang membahas tentang maulid Nabi Muhammad SAW dapat anda lihat di : Bukti legalitas perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dalam kitab imam Ahlussunnah

Referensi tentang 30 imam-imam diatas yang membolehkan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW admin dapat di : Bolehnya merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW

Tanggapan terhadap orang yang tidak merayakan maulid Nabi Muhammad SAW

Admin tidak menyalahkan orang yang tidak merayakan Nabi Muhammad SAW. Karena bisa jadi mereka banyak amalnya di ibadah yang lain.

Tetapi yang sangat disayangkan adalah orang-orang yang mencela perayaan Nabi Muhammad SAW. Sedangkan begitu banyak ulama-ulama terdahulu yang hafidz 30 juz Al-Quran dan menghafal ribuan hadits tetapi menganggap maulid Nabi Muhammad SAW sebagai sesuatu yang banyak mamfaatnya.

Kesimpulan

Perayaan maulid Nabi Muhammad SAW adalah salah satu kegiatan yang banyak mendatangkan mamfaatnya. Tidak mengapa bagi kalian yang tidak merayakan maulid Nabi Muhammad SAW, yang penting rasa cinta kalian tidak pernah pudar kepada beliau.

Satu yang harus dicamkan, tidaklah pantas bagi orang-orang yang mencaci perayaan maulid Nabi Muhammad SAW, karena kita tidak tahu, mungkin dengan sebab cacian itu aroma surga akan semakin jauh darinya.

Baca juga : Bolehkah membaca Al-Quran di kuburan ?



Artikel Terkait

Terimakasih telah membaca artikel ini, semoga bermamfaat. Komentar yang membangun dan bersifat positif anda sangat diharapkan.
EmoticonEmoticon