Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2016

Puisi Tentang Arti Kehidupan

Gambar
Puisi tentang arti kehidupan, based on true story. Apakah Aku Akan Bahagia di Kehidupan Lainnya ?
Saat dunia semakin sunyi dari huru-hara. Aku terdiam disini ditemani hembusan angin, layaknya bulan yang selalu hidup dalam kesendirian.
Saat semua terlelap dalam mimpi indahnya, insan ini hanya bisa menulis ungkaian kata, yang keluar dari pikiran yang terus memikirkan, "Hidup semakin dipenuhi dengan kesia-siaan".
Pertanyaan yang tidak bisa dijawab oleh semuanya, semakin mengganggu pikiran yg ditemani kesunyian malam. "Apakah aku akan bahagia di kehidupan lainnya nanti?"
Walaupun sampai ke ujung dunia, tak ada yang bisa menjawab pasti. Semua itu hanya kupasrahkan dengan keyakinan, "Sang Maha Raja Maha Pengasih atas segala Hamba-Nya".
Tapi apakah pantas jiwa yang hina ini menerima Rahmat yang besar itu? Hanya bisa berusaha untuk memantaskan diri.
Ketika jiwa dihimpit dengan Nafsu yang membawa kepada kenikmatan sesaat, ditambah dorongan dari kegelapan untuk me…

Puisi Rindu, Bisikan Kedamaian dari Kesunyian Malam

Gambar
By : Muhammad Arif Puisi rindu, based on true story.
*Note : Baca puisi sembari diiringi instrument sendu yang kami sediakan dibawah postingan.

Bulan tak pernah datang tanpa matahari. Begitu pula pelangi yang tak pernah ada tanpa hadirnya hujan. Jangan terlalu terpana dengan kabut yang menyembunyikan pelangi, Hingga membuat cahaya bulan tak bisa menerangi.
Begitu pula diri ini.. Tak akan pernah bisa merasakan nikmatnya berada dijalan kebenaran, Tanpa pernah mencoba menenggelamkan nafsu ke cahaya terang.
Belajarlah dari akar, Yang menjadi elemen utama pepohonan, Yang selalu menumbuhkan walau tak pernah dibicarakan, Yang lebih suka tinggal di kegelapan bumi walau sering dianggap tak berarti.
Matahari begitu berarti walau kita sering merasa kepanasan karenanya, layak terang yang takkan ada tanpa kegelapan, belajar lah menilai semua jangan dari satu sisi. Karena rumput yang kita anggap tak berarti, bisa menjadi hal yang paling kita rindukan, Jika dibandingkan dengan keindahan mawar yang …

Puisi untuk Guru Tercinta, Terimakasih Rembulan

Gambar
By : Muhammad Arif
Based on true story Malam silih berganti, membawa tangisan kegelapan dan berlagak untuk melupakan. Seolah semua hal yang terjadi takkan pernah menjadikannya gagak yang dikenal sebagai penghuni rimba gersang sang kematian.
Hujanpun pun tak sudi mencurahkan air kehidupan, hingga yang terdengar hanyalah rintik air yang merasa prihatin. Angin pun tak bersahaja membawa pesan kedamaian, karena sudah beribu kali peringatan yang diabaikan. Hingga membuat mawar merasa takkan bisa bermekaran.
Rumput pun yang begitu dikenal dengan keramahannya, merasa benci untuk terus menemani. Begitu pula dengan embun yang memegang beberapa tahta kebijaksanaan, hingga membuatnya menghilang dengan sejuta kebingungan.
Hanya rembulan yang terlalu tabah.... Mulai menampakkan diri di sela-sela kabut malam yang mencekam, yang rela berhadapan dengan kerasnya halilintar dan kuatnya petir yang menghantam, ditambah kabut malam yang tak rela jika rembulan bermunculan.
Walau begitu banyak yang menghada…

Puisi tentang Taman Hati

Gambar
Based on true story.
*Note : Baca puisi ini sembari diiringi instrument sendu yang kami sediakan dibawah postingan.

Kesucian Al-Quran membawa keindahan kedamaian bagi jiwa yang dipenuhi kegelapan, laksana gersang tersirami rintik hujan.
Bait pesan keindahan yang di bawakan merpati putih dengan kebijakannya, membuat hati semakin damai bening layaknya embun yang begitu disanjung atas kesucian.
Andai taman ini selalu berisi dengan keindahan bunga, yang membuat burung bersuka-ria, andaikan taman ini selalu tenang dengan angin kedamaian hingga membawa berkah bagi semua.
Bulan purnama, bintang-bintang bersinar, belaian angin dan kesunyian malam, kicauan burung, senyuman embun, bahkan rintik hujan pun selalu memberikan kisah terindah bagi sang taman.
Tapi apakah daya, terlalu banyak gangguan mencoba merayu di sekitar, terus berusaha membuat taman indah ini menjadi hutan belantara. Mereka rela melakukan segala cara hingga membuat taman sepi tanpa secuil makna.
Apakah taman ini akan mudah unt…