Puisi Permintaan Maaf

Puisi permintaan maaf

By: Muhammad Arif
Puisi permintaan maaf, based on true story.


*Note : Baca puisi sembari diiringi instrument sendu yang kami sediakan dibawah postingan.

Rasa ini muncul tiba-tiba
merasa..., betapa banyak kasih-sayang yang datang
betapa banyak bantuan menghampiri
betapa banyak doa yang selalu mewarnai
semua itu datang dari orang yang bahkan belum sempat ku berterimakasih kepada semua.

Terimakasih untuk semuanya
Banyak yang mencoba melupakan
bahwa setiap pelangi takkan bisa mewarnai bumi
tanpa bantuan hujan yang membasahi.
Begitu pula dengan rintik air kehidupan tetesan hujan
semua itu takkan pernah ada
tanpa bantuan matahari menguapkan sumber-sumber air dibumi

Memang.., Kadang semua merasakan
bahwa.., hujan, panasnya matahari
membuat kita tidak nyaman, membuat kita merasa kepanasan.
Tapi yang namanya pelangi..tidak akan pernah ada
jika tidak tanpa perantara keduanya.

Begitulah diri ini...
sering merasakan ketidaksenangan dengan nasehat mereka
sering menyepelekan bantuan yang datang
sering melupakan kasih yang menghampiri
bahkan pernah menganggap kasih mereka bukan apa-apanya

Jiwa ini baru menyadari
tanpa kasih, tanpa doa, tanpa bantuan dari mereka
takkan bisa merasakan hidup sedamai yg kurasakan
takkan bisa mempelajari makna kehidupan
bahkan takkan pernah menikmati, indahnya kesunyian malam.

Terimakasih untuk semuanya..
Maaf jika aku tidak sesuai yg kalian inginkan
juga tidak seindah sesuai harapan kalian
yang pasti, suatu hari nanti,
suatu saat yang tidak tau kapan adanya
aku akan berusaha, meneteskan air mata kebahagiaan
di wajah kalian yang selalu kurindukan.

Belum ada Komentar untuk "Puisi Permintaan Maaf"

Posting Komentar

Terimakasih telah membaca artikel ini, semoga bermamfaat. Komentar yang membangun dan bersifat positif sangat diharapkan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel