Catatan Hidup dari Samurai Terakhir

Catatan Hidup Samurai Terakhir

Diambil dari catatan hidup samurai terakhir yang ada di film "The Last Samurai" (samurai terakhir). Film ini terinspirasi dari kisah nyata tentang kasta samurai (dipimpin oleh Saigo Takamori) yang mempertahankan negara Jepang dari pengaruh barat.

Film "The Last Samurai" yang dibintangi oleh Tom Cruise dan Ken Watanabe sebagai Saigo Takamori terdapat beberapa nilai sejarah didalamnya. Banyak pelajaran hidup yang bisa diambil dari film ini.

Bagi pecinta film genre sejarah, petualangan, action, yang belum nonton film "The Last Samurai (Samurai Terakhir)" admin rekomendasikan untuk menonton film ini.

Catatan hidup samurai terakhir

Konon Jepang diciptakan dari sebuah pedang.Meunurutku Jepang dibangun oleh para pemberani. Prajurit yang rela memberikan nyawa mereka untuk sebuah kata yang sepertinya mulai terlupakan. Yaitu " Kehormatan". "Saigo Takamori"

12 Juli 1876, ada sedikit kenyamanan di tengah kehampaan lautan. Tidak ada masa lalu, tidak ada masa depan. Dan sesekali, aku dihadapkan atas kenyataan pahit atas keadaan saat ini.

Aku dipekerjakan untuk membantu menekan pemberontakan dari pemimpin suku lagi. Rupanya, ini satu-satunya pekerjaan yang cocok bagiku. Aku ditimpa oleh keironisan hidupku.

1876, Hari tidak diketahui. Bulan tidak diketahui. Aku melanjutkan hidup di antara orang-orang yang tidak biasa ini. Aku tawanan mereka yang tidak bisa melarikan diri. Seringkali, aku diperlakukan dengan sedikit acuh...seolah aku anjing yang tersesat, atau tamu yang tidak disambut.

Semua orang sopan. Semua orang tersenyum dan membungkuk. Tapi di bawah rasa hormat mereka, aku menemukan waduk perasaan yang dalam. Mereka adalah orang yang membangkitkan rasa ingin tahu.

Dari awal mereka bangun...mereka mencurahkan perhatian mereka akan kesempurnaan dari apapun yang mereka kejar. Aku belum pernah melihat kedisiplinan semacam ini.

Aku terkejut mengetahui bahwa kata "Samurai" berarti "melayani"...dan Katsumoto (Saigo Takamori) meyakini bahwa pemberontakannya sebagai pelayanan untuk Kaisar.

Musim semi, 1877. Ini menandakan waktu terlama aku tinggal di satu tempat sejak aku tinggalkan kamp tanggal 17. Ada banyak hal yang takkan pernah kumengerti disini. Aku belum pernah jadi orang yang baik...dan yang telah kulihat di medan perang telah membuatku mempertanyakan tujuan Tuhan.

Tapi tentu saja, ada sesuatu yang spiritual di tempat ini.Dan walaupun itu mungkin akan selamanya tidak jelas bagiku...aku hanya bisa menyadari kekuatannya.Aku tahu disinilah pertama kalinya aku bisa tidur dengan tenang selama bertahun-tahun.

Mekarnya bunga yang sempurna adalah hal yang langka. Kau bisa habiskan hidupmu mencarinya, dan itu takkan jadi hidup yang sia-sia. Kau telah melihat banyak hal. Dan kau tidak takut mati, tapi terkadang kau mengharapkannya. Itu terjadi pada orang yang telah melihat apa yang telah kita lihat.

Seperti bunga mekar ini, kita semua akan mati. Untuk mengerti hidup dalam setiap hembusan nafasnya...setiap cangkir teh, setiap nyawa yang kita ambil. Jalan seorang prajurit. Hidup dalam setiap hembusan nafas.

0 Response to "Catatan Hidup dari Samurai Terakhir"

Posting Komentar

Terimakasih telah membaca artikel ini, semoga bermamfaat. Komentar yang membangun dan bersifat positif sangat diharapkan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel