Jurnal Penggunaan Sumber Perekrutan yang Sesuai dan Diagnosisitas untuk Meningkatkan Spesifikasi Profesionalisme Pelamar

Jurnal Penggunaan Sumber Perekrutan yang Sesuai dan Diagnosisitas untuk Meningkatkan Spesifikasi Profesionalisme Pelamar

Judul jurnal : Penggunaan Sumber Perekrutan yang Sesuai dan Diagnosisitas untuk Meningkatkan Spesifikasi Profesionalisme Pelamar

Review

Banyak perusahaan saling bersaing untuk mendapatkan bakat yang berkualitas, dan persaingan ini terbuka untuk profesi / pekerjaan yang membutuhkan tingkat keilmuan tinggi dan keahlian yang  didapat dari pengalaman untuk waktu yang lama (Dahl, 2012; SHRM, 2013).

Perekrutan yang diperuntukan untuk profesi sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM) adalah contoh yang paling populer yang membutuhkan tingkat keilmuan dan keahlian yang tinggi, tetapi masalah-masalah ini telah dihadapi oleh banyak perusahaan dan lapangan pekerjaan (Lennon, 2014; Peralta, 2014; Wright, 2013).

Kompetisi yang sulit dari para pelamar berkualitas telah membuat perusahaan mulai untuk merekrut dengan cara yang berbeda. Sebagai contoh, beberapa perusahaan telah mempromosikan pekerjaan mereka untuk mahasiswa bahkan juga murid SMA. Pada saat yang bersamaan, persaingan diantara pelamar untuk pekerjaan yang mapan juga membuat banyak orang membuat sebuah perencanaan karir mereka untuk membantu mereka sebagai kandidat yang pantas dalam pekerjaan tersebut.

Permasalahan untuk karyawan dan kandidat adalah faktanya banyak pekerjaan, meskipun pada tahap awal, membutuhkan derajat keprofesinalisme yang tinggi atau OSHC.

OSHC didefinisikan sebagai pengetahuan, keahlian, kemampuan dan karakteristik lainnya dari individu yang ditumbuhkan lewat pendidikan dan pengalaman kerja yang berhubungan dengan pengeluaran sesuai spesifikasi profesi yang umumnya tidak bisa ditukar dengan profesilainnya. Salah satu yang tepat adalah perusahaan mencari jalan agar individu dapat meningkatkan level profesi mereka.

Memperbolehkan pelamar yang memiliki potensi untuk mengembangkan profesionalisme mereka dalam jangka waktu yang panjang sebelum melamar mungkin membantu kandidat meningkatkan kemampuan kerja kandidat.

Tujuan jurnal ini

Tujuan artikel ini adalah untuk meningkatkan perekrutan dengan menghubungkan konsep dari berbagai hasil penelitian untuk memahami bagaimana perusahaan dapat menggunakan sistem perekrutan dalam mengembangkan tingkat profesionalismean pelamar.

Pertama, pengujian dilakukan pada saat kandidat berada pada waktu yang tidak tepat (contohnya ketika pelamar masih SMA) dan diagnosisitas meminta tingkat profeionalisme yang lebih ketika mereka melamar. Sumber rekrutmen memiliki arti sebagai sebuah cara yang dilakukan perusahaan untuk menyebarkan berita, pekerjaan atau sebuah informasi yang terkait dengan profesi untuk para pelamar. Diagnosisitas bermakna sebagai tingkat kegunaan suatu informasi untuk menentukan pilihan.

Yang kedua adalah mengetahui seberapa pentingkah hasil tersebut dengan menguji bagaimana ketepatan sumber perekrutan dan diagnosisitas dihubungkan dengan tingkat profesionalismean suatu individu. Belum jelas, baik secara teori ataupun empiris bahwa sumber perekrutan mampu mempengaruhi individu untuk benar-benar ingin berkomit menmengembangkan profesionalisme jangka panjang. Lagi, perusahaan dengan jelas berkomit mendalam perekrutan sebelum pelamar yang berpotensi pantas untuk dipekerjakan. Penelitian ini menyajikan teori dasar dan data untuk menjelaskan mengapa program perekrutan sekarang ini menjadi penting. Selain itu, penelitian ini secara potensial menyajikan kontribusi baik teoritis maupun empiris.

Artikel ini berkontribusi sebagai literatur dalam perekrutan dan pencarian pekerjaan dalam tigacara.

Pertama, mengenalkan konsep ketepatan sumber rekrutmen untuk literatur yang masih diasumsikan bahwa :

Tujuan tahap pertama perekrutan adalah untuk mengidentifikasi dan menarik invidu yang telah mengetahui kebutuhan organisasi.

Individu telah masuk dalam kategori kualifikasi pantas mendapatkan pekerjaan. Oleh karena itu, kami lebih memberanikan diri daripada sekedar mengabaikan kesempatan yang sering ada pada sumber rekrutmen untuk mendapatkan individu yang bagus didalam pendidikannya dan hal itu akan memudahkan mereka dalam memperoleh kesempatan yang lebih besar untuk mengembangkan tingkat profesionalisme mereka.

Kedua, kami memusatkan perhatian pada sumber diagnosisitas dengan menjelaskan bagaimana proses perekrutan dapat berkontribusi untuk meningkatkan tingkat profesionalisme individual pada saat mereka melamar atau mendaftar.

Sumber diagnosisitas berhubungan langsung dengan pemahaman atas tingkah laku pelamar yang telah berada pada pasar pekerjaan. Bagaimanapun, sumber diagnosisitas juga berhubungan untuk memahami tingkah laku pelamar jauh sebelum mereka masuk kedalam pasar pekerjaan hal ini dikarenakan mampu memberikan pemahaman tentang jenjang pendidikan seperti apa yang harus mereka pilih untuk mengembangkan tingkat profesi mereka.

Pada akhirnya, kami menguji tingkat profesionalitas pelamar sebagai strategi investasi perusahaan, hal ini mampu memberikan pemahaman tentang bagaimana ketepatan sumber perekrutan dan diagnosisitas berhubungan dengan tingkat kesiapan individu dalam meraih suatu pekerjaan. Hal ini terlihat masuk akal bahwa individu yang mendapatkan informasi tentang pekerjaan akan seperti :

  • Membuat tujuan dalam pekerjaan.
  • Memilih pendidikan yang sesuai dengan pekerjaan.
  • Masuk kedalam sekolah yang diketahui akan mengahsil kankandidat yang dapat mendapatkan pekerjaan yang layak.

Bagaimanapun juga, ada sebuah riset sederhana yang mengangkat topik terkait masalah ini, dan dari perspektif perekrutan tidak jelas apakah sumber bahkan diagnosa yang tinggi cukup kuat untuk membuat individu melakukan suatu perbuatan terkait peningkatan profesionalitas. Hal ini juga belum jelas apakah beberapa aksi mampu meningkatkan tingkat profesionalitas pelamar sampai pada tahap atau derajat yang berarti.

Oleh karena itu, kami menguji setiap keputusan yang pelamar buat setara dengan hubungannya dengan tingkat profesionalitas mereka. Penelitian ini menyajikan implikasi penting secara praktik dengan menunjukan bagaimana perusahaan dapat membagi beberapa pengeluaran (keuangan atau yang lainnya) dihubungkan dengan membuat tingkat profesionalitas individu penting sebelum memasuki dunia perusahaan.

Kami menguji hipotesis pada 78.157 pelamar yang sedang melamar untuk lima pekerjaan yang meminta kualitas profesi tinggi pada organisasi umum selama 6 tahun. Pentingnya, luaran utama yang diuji pada tahap ini adalah indeks profesinalitas individu, yang mana telah diperkirakan menggunakan beberpa variabel seperti pendidikan dan kualitas darit empat tmereka mengenyam pendidikan tersebut. Belum lagi, seleksi ini memiliki kurang lebih dua defisiensi penting.

Pertama, secara tidak langsung mereka hanya menyediakan jalu runtuk professional. Kedua, mereka tidak menghitung apa yang individual pelajari di sekolah. Untuk beberapa alasan ini, kami mengambil definisi dari peningkatan sumber daya manusia, yang mana sangat berhubungan dengan memperoleh pengeluaran ekonomi misalnya menghadiri sebuah pameran pekerjaan.

Bagaimanapun pengujian keilmuan mungkin tidak memperhitungkan kemampuan atau karakteristik lainnya, hal ini terlihat dari persyaratan keilmuan yang sangat umum dijumpai pada pendaftaran sebuah pekerjaan, dan mewakili profesi keilmuan dari pada keilmuan pekerjaan.

Kekurangan dari jurnal ini :

Penelitian baru-baru ini memiliki beberapa kelebihan, tetapi tidak menutup kemungkinan tanpa kelemahan. Pertama, pengembangan konsep yang digunakan pada penelitian ini mungkin berhubungan dengan tipe profesi dan pengujian dari organisasi tersebut.

Pada penelitian ini telah diatur sedemikian rupa agar proses perekrutan membutuhkan tingkat indeks profesionalitas yang tinggi, para pelamar harus mempersiapkan diri untuk pekerjaan  sebelum mereka masuk kedalam pasar kerja, dan profesi secara umum diketahui sebagai salah satu bahan publik. Lagi, implikasi langsung dari penelitian ini diperuntukan bagiorganisasi atau pekerjaan yang memiliki karakteristik seperti ini. Penelitian kedepannya akan mendapat keuntungan dengan menganalisa penelitian ini yang menghormati profesi dan perusahaan lainnya.

Kelebihan dari jurnal ini :

Kelebihan dari artikel ini adalah menyediakan teori yang akurat berkaitan dengan tingkat profesionalitas pelamar suatu perusahaan. Artikel ini juga menyediakan cara yang handal dan dapat diterapkan oleh banyak perusahaan dalam rangka rekruitmen tenaga kerja profesional. Langkah-langkah perekrutan juga telah dijelaskan pada penelitian ini. Pada penelitian ini juga dibahas mengenai dampak teori serta dampak praktik dari tata cara perekrtutan berkaitan dengan profesionalitas pelamar.

Review jurnal bahasa Inggris diatas sebagai tugas kampus. Jika pembaca juga mendapatkan tugas untuk me-riview jurnal bahasa Inggris, semoga dengan adanya artikel ini dapat membantu anda dalam menyelesaikan tugas.

Keyword : Review, jurnal, tugas, kampus

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Jurnal Penggunaan Sumber Perekrutan yang Sesuai dan Diagnosisitas untuk Meningkatkan Spesifikasi Profesionalisme Pelamar"

Posting Komentar

Terimakasih telah membaca artikel ini, semoga bermamfaat. Komentar yang membangun dan bersifat positif sangat diharapkan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel