5 Perbedaan Sunni dan Syiah yang Harus Diketahui

Perbedaan Sunni dan Syiah

Assalamu'alaikum saudara se-iman, semoga selalu dilimpahkan kesehatan badan, ketetapan iman, dan ketenangan hati. Banyak yang masih bingung apa sih perbedaan mendasar antara Islam Sunni dan Islam Syiah. Kedua kelompok ini memang masih dikategorikan dalam Islam. Namun, banyak perbedaan pendapat yang sangat fundamental antara kedua kelompok ini (Sunni dan Syiah).

Inilah 5 perbedaan yang sangat fundamental antara kelompok Sunni dan Syiah.

5 Perbedaan Sunni dan Syiah yang sangat mendasar.


Inilah jawaban dari mufti Mesir Syaikh Maulana Ali Jum'ah :

5 Perbedaan Sunni dan Syiah yang Harus Diketahui

--------------------------------------------------------------------

Syiah adalah salah satu mazhab di dalam Islam. Hanya saja mereka berbeda dengan kita (Sunni) dalam beberapa perkara yang sangat fundamental. Kita tidak ingin hal itu diabaikan.

Syiah berbeda dengan kita (Sunni) dalam beberapa persoalan.

1. Masalah ungkapan mereka bahwa Al-Quran telah diubah.


Di dalam kitab-kitab mereka khususnya pada beberapa abad yang lalu. Mereka menggunakan ungkapa ini. Bahwa Al-Quran muharraf (diubah). Kata muharraf artinya bahwa ada dua naskah versi Al-Quran.

Kita tidak pernah melihat ada dua naskah Al-Quran. Ini Al-Quran yang ada di hadapan kita dan kita tidak melihat ada naskah lain yang dipalsukan. Atau beberapa lembar yang dipalsukan. Kita tidak pernah melihat ini. Al-Quran hanya memiliki satu naskah (versi). Sejak zaman Nabi sampai zaman kita saat ini.

Hal ini dibuktikan oleh banyaknya mushaf. Yang tersebar diberbagai tempat. Di Timur dan Barat, serta di Utara dan Selatan.

Orang-orang Jerman berusaha meneliti pendapat ini dari Syiah. Sebelum perang dunia ke-2, mereka membangun institusi besar dan mengumpulkan 40 ribu naskah mushaf Al-Quran. Dengan kriteria, mushaf tersebut dicetak di zaman yang berbeda-beda. Dan dari tempat yang berbeda-beda. Ini berhasil mereka lakukan (teliti).

Kemudian mereka mulai melakukan kajian komparatif terhadap naskah-naskah ini. Dan mereka pun tidak mendapati ada yang diubah di dalam Al-Quran.

Ketika mereka telah menyelesaikan lebih dari 80% dari 40 ribu naskah Al-Quran ini. Mereka mengeluarkan laporan dalam bahasa Jerman yang disimpan di Perpustakaan Nasional di Berlin. Laporan ini menegaskan bahwa mereka telah selesai.

Bahwa pertama-tama mereka telah mengumpulkan berbagai naskah Al-Quran. Dan bahwa naskah itu mencapai 40 ribu. Dan bahwa mereka telah melakukan studi komparatif. Dan bahwa tidak didapati perbedaan kecuali kesalahan penulis. Yakni seperti kata (لا ريب فيه) ditulis (لا زيب فيه). Apa makna (لا زيب فيه)? Tidak ada. Ini sama sekali bukan perubahan. Ini hanya kesalahan dalam titik. Mereka tahu bahwa hal seperti ini bukan merupakan pemalsuan. Dan hal seperti ini merupakan kesalahan penulis naskah.

Mereka meletakkan laporan ini di Berlin. Ini masih ada sampai sekarang di sana. Namun takdir Allah.. dan ini ada hikmahnya, jatuh bom-bom sekutu dan mengenai institut ini. Sehingga membakar banyak naskah-naskah didalamnya. Dan laporan tentang penelitian itu masih ada sampai sekarang.

Jadi, pemalsuan Al-Quran adalah klaim yang sangat sulit. Kami sebagai Sunni tidak menerimanya.

2. Masalah menghina sahabat Nabi.


Dalam kitab-kitab klasik mereka (Syiah) mereka banyak menghina para sahabat radhiyallahu ta'ala 'anhum.

Saya pernah menulis artikel di koran el-Ahram. Saya menulis bahwa mereka (Syiah) hanya mempercayai sekitar 5 orang sahabat. Lantas alah seorang imam Syiah membantah tulisan saya. Ia mengatakan. "Tidak, mana mungkin kami hanya mempercayai lima saja. Yang benar adalah sembilan." Saya menjawab baiklah...sembilan.

Jumlah sahabat Nabi adalah 114.000, yang sampai kepada kita lengkap dengan namanya 9500. Yang menjadi perawi hadits 1790. Para perawi ini tidak ada yang munafik. Para perawi ini bersih dari cacat kredibilitas. Kalian (Syiah) hanya mengakui sembilan...sepuluh...katakanlah seratus. Lantas yang sisanya dikemanakan ? Di titik ini mereka mengalami krisis, yaitu mencela para sahabat.

3. Taqiyah


Mereka menghalalkan dusta. Mereka berdusta karena Allah. Menganggap sebagai Ibadah kepada Allah. Karena kita (Sunni) bukan dari golongan mereka, maka mereka bergerak di bawah tanah sampai mendapatkan kekuasaan. Lantas mereka pun menghalalkan dusta. Na'uzubillah.

(Mereka membolehkan berbohong kepada kita Sunni dengan alasan untuk berdakwah, misalnya ketika mereka berbaur di dalam mayoritas Sunni, mereka bisa saaj berbohong akan identitasnya sebagai Syiah.)

4. Bada'


Bada' maknanya bahwa Allah mengubah pendapat-Nya. Kita (Sunni) menyakini bahwa Allah Mengetahui perkara yang universal, parsial, dan segala sesuatu.

5. Kemaksumam para imam.


Mereka meyakini para imam 12 mereka maksum seperti Nabi SAW. Mereka para imam itu tidak pernah salah sama sekali.

-----------------------------------------------------------------------------------

Itulah pencerahan dari mufti Mesir Syaikh Ali Jum'ah tentang perbedaan Sunni dan Syiah yang sangat mendasar. Jika anda ingin melihat videonya langsung dapat mengakses lini Youtube ini : youtu.be/uDJGRyPAeSI

Perkataan Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman Al-Jufri kepada Syiah :


Perbedaan Sunni dan Syiah yang Harus Diketahui

Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman Al-Jufri adalah seorang ulama dunia yang sangat terkenal. Beliau adalah keturunan Rasulullah SAW. Inilah video beliau yang menceritakan tentang Syiah :


Kami menghormati kalian, kami tidak mencaci kalian maupun mengkafirkan kalian seperti kelompok selain kami.

Akan tetapi hati-hati !!!

Jika kalian mengaku sebagai pengikut ahlul bait, kami lah pengikut ahlul bait! Bagi kami Syiah adalah peniru.

Dan kami ahlul bait telah diajarkan bahwa sahabat-sahabat kakekku sangat terjaga! Dan siapapun yang mencela sahabat-sahabat (Nabi SAW), kami akan berdiri paling depan menghadapi mereka!

Dan saya bersumpah demi Allah yang Maha Agung! Siapa yang mencaci Sayyidina Abi Bakar atau Sayyidina Umar atau salah satu dari sahabat, jauh lebih dahsyat bagiku ketimbang caci-mai terhadap ayahku, ibuku, kakekku, dan nenekku!!
--------------------------------------------------

Hal diatas disampaikan oleh Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman Al-Jufri kepada seorang Syiah yang meyakini beliau seorang ahlul bait dan menanyakan kepada beliau, "kenapa kalian tidak mengikuti mazhab Imam Ja'far Shaddiq dan malah mengikuti mazhab Syafi'i"?

Ceramah Ustadz Abdul Somad Tentang Perbedaan Sunni dan Syiah


5 Perbedaan Sunni dan Syiah yang Harus Diketahui

Di Indonesia, sudah banyak ummat Islam yang mengenal Ustadz Abdul Somad. Beliau terkenal dengan ceramahnya yang memberi penjelasan dengan mengambil pendapat-pendapat ulama-ulama terdahulu, isi ceramah beliau yang tegas namun terkadang diselipi candaan ringan untuk membuat pendengar tidak bosan, juga dalam setiap sesi ceramahnya selalu memberikan waktu kepada pendengar untuk menanyakan segala hal yang pertanyaannya ditulis dikertas sehingga banyak pendengar tidak malu untuk memberikan pertanyaan-pertanyaannya.

Berkaitan dengan ceramah Ustadz Abdul Somad terkait perbedaan Sunni dan Syiah, Ustadz Abdul Somad penjelasannya hampir sama dengan Syaikh Maulana Ali Jum'ah. Untuk lebih jelasnya anda bisa searching (mencarinya) langsung di Youtube denga keyword (kata-kata) "ustadz abdul somad sunni syiah" dan sejenisnya.

Semoga bermamfaat, semoga akidah kita selalu terjaga dan diridhai oleh Allah SWT. Amiin ya Rabb.

Baca juga : Nasihat berharga Maulana Jaluddin Rumi

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "5 Perbedaan Sunni dan Syiah yang Harus Diketahui"

Posting Komentar

Terimakasih telah membaca artikel ini, semoga bermamfaat. Komentar yang membangun dan bersifat positif anda sangat diharapkan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel