Nasihat Ibu Bijaksana Kepada Putrinya Yang Akan Menikah

Nasihat Ibu Bijaksana Kepada Putrinya Yang Akan Menikah

Wahai putriku, andai saja nasihat itu tidak berguna bagi orang yang memiliki keutamaan dalam akhlak, pastilah engkau tidak membutuhkan nasihat (artinya kamu ini orang baik).

Namun nasihat ini untuk mengingatkan orang yang mungkin lalai dan sebagai bahan pertimbangan bagi seseorang yang berakal.

Wahai putriku, esok engkau akan meninggalkan lingkunganmu yang dulu dan rumah temat engkau dibesarkan, kedalam rumah yang serba baru bagimu bersama pasangan yang sebelumnya engkau tidak mengenalnya.

Maka jadilah engkau sebaik-baik pelayannya, niscaya ia akan menjadi hamba bagimu.

Wahai putriku, andai saja istri tidak membutuhkan suami karena merasa cukup dengan keberadaan orangtuanya, maka engkaulah orang yang paling tidak membutuhkan pernikahan.

Namun sudah kodrat, bahwa wanita dicipta untuk menjadi pasangan pria. Sebaliknya, pria tercipta untuk menjadi pasangan wanita.

Wahai putriku, jaga perkara-perkara yang akan kuberikan kepadamu. Nasihat ini niscaya akan menjadi kekayaan berharga bagimu.

Temanilah suamimu dengan sifaft qana'ah (apa adanya) dan dengar serta patuhilah perintahnya.

Jagalah mata dan hidungnya. Jangan sampai matanya melihat pada dirimu sesuatu yang jelek ataupun hidungnya mencium darimu, kecuali bau yang harum.

Tenanglah ketika tidurnya dan ingatlah waktu makannya. Sebab biasanya gejolak lapar akan dapat membakar amarah. Sedangkan kurang tidur akan menimbulkan emosi.

Hormatilah dan pelihara harta, keluarga, dan anak-anaknya.

Jangan sampai engkau membeberkan rahasianya dan menentang perintahnya (selama tidak bertentangan dengan agama). Karena jika engkau membocorkan rahasianya, jangan harap engkau selamat dari pembalasannya. Jika engkau menentang perintahnya maka engkau akan membuat dadany bergejolak.

Semoga ALLAH selalu memberikan kebaikannya padamu.

Nasihat ibu bijaksana kepada putrinya yang akan menikah diatas adalah kutipan nasihat yang admin ambil dari isi ceramah Syeikh Mutawalli Sya'rawi. Semoga nasihat diatas bermanfaat.


Artikel Terkait

1 comments so far

Terimakasih nasihatnya (y)

Terimakasih telah membaca artikel ini, semoga bermamfaat. Komentar yang membangun dan bersifat positif anda sangat diharapkan.
EmoticonEmoticon