Belajar Hidup dari Rumi - Books Quotes

Belajar Hidup dari Rumi

Belajar hidup dari Rumi - Haidar Baqir

Manusia harus berusaha mengisi kebahagiaan hidupnya dengan upaya sungguh-sungguh, serta memberikan harga dan nilai pada kehidupan ini.

Pemahaman atas dunia hanya mungkin lewat cinta, bukan semata-mata dengan kerja yang bersifat fisik.

Ingatlah Tuhan sebanyak-banyaknya hingga kau terlupakan.

Kamu adalah pikiranmu, selebihnya tulang dan serat. Kalau kamu mikir mawar, kamulah taman mawar; jika duri-duri, kamulah bahan bakar tungku.

Syukuri apa saja yang datang karena semua diutus sebagai pandu dari sana.

Rindu adalah penyembuh. Satu-satunya aturan: tanggunglah derita. Nafsumu mesti kautaklukkan. Dan apa yang kau hasratkan terjadi, kurbankan.

Kau dilahirkan bersayap, kenapa mesti merayap dalam hidup?

Aku milik-Mu. Jangan kembalikan diriku kepadaku.

Kamu bukan cuma tetesan dalam samudera. Kamu samudera luar biasa luas dalam tetesan.

Jika tak sanggup cium semerbaknya, jangan hampiri taman cinta ini. Jika tak hendak lucuti baju, jangan nyebur ke arus kebenaran ini.

Kalau dapat nikmati bunga di taman, kenapa harus berkelana dalam onggokan kayu? Cintai setiap orang agar kau selalu dikelilingi bunga-bunga di taman.

Meski berdoa tulus kau belum mampu, persembahkan saja doamu itu. Oleh kasih-sayang-Nya, Dia terima juga uang palsumu!

Jadilah kosong, lalu merataplah seperti buluh perindu. Lebih kosong, jadilah bambu. Lalu, seperti pena, tulis banyak rahasia-Nya.

Sepoi-sepoi fajar simpan rahasia untukmu. Jangan tidur lagi! Tanya yang kau mau. Jangan tidur lagi! Orang-orang bolak-balik lintasi ambang pintu, tempat dua dunia bertemu. Pintu itu bundar dan terbuka. Jangan tidur lagi!

Ada saat kupunya seribu hasrat. Namun, dalam satu hasratku mengenal-Mu, luruh tanpa sisa semua selainnya.

Ada ciuman yang kita damba dengan segenap hidup kita: sentuhan ruh atas raga.

Kata-kata lembut yang kita saling ungkapkan, tersimpan dalam bejana rahsia di langit. Suatu hari, seperti hujan, kan turun ke bumi, hijaukan dunia.

Datanglah. Meski telah kau langgar janjimu seribukali. Datang, dan datanglah lagi. Kumpulan kita bukan kafilah keputusasaan.

Saat kau lewati masa sulit. Saat kaupikir tak bisa lanjut semenit lagipun. Jangan menyerah. Ini justru saatnya keadaan kan berbalik.

Jangan pernah merasa kesepian semesta alam ada dalam dirimu.

Kenapa susah-susah membuka pintu di antara kita padahal seluruh dinding hanyalah ilusi?

Kemarin aku pintar, aku pun ingin mengubah dunia. Hari ini aku bijak maka aku berupaya mengubah diriku sendiri.

Tuhanku, jangan tinggalkan aku di tangan diri yang tidak bisa dipercaya ini. Aku lari kepada-Mu... Jangan kembalikan aku kepada diriku.

Rebahkan pikiranmu. Jangan biarkan ia menjatuhkan bayang, atas rembulan hatimu. Pikiran... biarkan ia pergi.

Rindu adalah inti rahsia. Rindu itu sendiri membawa kesembuhan. Satu-satunya aturan: tanggunglah derita! Dan hasratmu mesti kau jinakkan.

Makin senyap engkau, makin bisa mendengar.

Biarkan dirimu diam-diam dihela oleh tarikan-aneh apa yang sungguh-sungguh kau cintai. Ia takkan menyesatkanmu.

Kosongkan pikiranmu dari khawatir. Berpikirlah tentang Sang Pencipta pikiran. Kenapa tinggal di penjara, padahal pintu terbuka begitu lebar.

Taklukkan egomo, maka kegelapan dalam dirimu menjelma menjadi cahaya.

Kau belajar dengan membaca, tapi kau memahami dengan cinta.

Penderitaan adalah bingkisan hadiah, didalamnya ada kasih tersembunyi.

Terperangkap dalam pikiran-pikiran sendiri, kita khawatir tentang yang remeh-remeh. Sekali kita mabuk cinta itu, yang kan terjadi, terjadilah.

Lenyaplah. Dia kan buat kau bersinar bak mentari. Jatuhlah. Dia kan angkat kau ke langit. Jadilah ketiadaan. Dia kan jelmakan kau segala.

Baca juga: Nasihat bijaksana Maulana Jalaluddin Rumi penenang jiwa

Belum ada Komentar untuk "Belajar Hidup dari Rumi - Books Quotes"

Posting Komentar

Terimakasih telah membaca artikel ini, semoga bermamfaat. Komentar yang membangun dan bersifat positif sangat diharapkan.